Kedatangan Guns N’ Roses (GNR) kedua kalinya di Jakarta tanggal 8 November 2018 dibarengi ekspektasi yang cukup tinggi. Tentunya, karena kali ini formasi GNR yang terdiri atas Axl Rose, Slash, Duff, Dizzy Reed, Richard Fortus, Frank Ferrer dan Melissa Reese bisa dibilang lebih otentik dibanding saat mereka datang pada tahun 2012 (pernah gue ulas di sini). Saat itu cuma Axl yang mewakili formasi awal GNR. Anggota lain yang lumayan lama adalah Dizzy Reed, sementara sisanya rangorang baru. Pertanyaan yang ada di benak fans GNR adalah kenapa Matt Sorum gak disertakan, padahal dia satu band dengan Slash dan Duff di Velvet Revolver? Anyway, kehadiran Axl, Slash dan Duff udah cukup membuat euforia.
Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musik. Tampilkan semua postingan
Rabu, November 14, 2018
Jumat, April 29, 2016
Iggy Pop “Post Pop Depression” – Rock Depresi dari Padang Pasir
Susah untuk menjadi obyektif menilai album terbaru Iggy Pop ini karena gue udah jatuh cinta ama ini orang. Ibaratnya kalo dia bikin album yang isinya cuma suara kentutnya pun akan gue bilang keren.
Post Pop Depression adalah album kolaborasi Iggy Pop dengan Josh Homme (Queens of the Stone Age), sebagai co-songwriter, produser, dan multi-instrumentalis. Dibantu Dean Fertita (Queens of the Stone Age) juga seorang multi-instrumentalis dan Matt Helders di departemen drum (Arctic Monkeys), makin menambah kredibilitas album ini.
Rabu, Mei 27, 2015
Green Day, oh Green Day
Pada 18 April lalu, Green Day dinobatkan dalam Rock n' Roll hall of Fame. Dua malam sebelum acara tersebut, Green Day sempat menggelar konser nostalgia dengan menggandeng drummer lama mereka, John Kiftmeyer, dan tampil sebagai "Sweet Children" (nama yang mereka gunakan sebelum ganti jadi Green Day). Belum lama ini pula, pada tanggal 17 Mei, Green Day kembali mengadakan konser nostalgia di 924 Gilman Street (club underground yang membesarkan mereka, namun sempat memboikot mereka setelah teken kontrak dengan major label Reprise Records). Konser tersebut dalam rangka penggalangan dana bagi 2 penerbit punk yang tempatnya terbakar beberapa waktu sebelumnya.
Kamis, April 04, 2013
Weezer vs Yeah Yeah Yeahs
Apakah adil untuk membandingkan dua band ini? Ini seperti membandingkan antara musisi senior dan musisi junior. Antara sang legenda dan yang sedang merintis jadi legenda. Pastinya nggak apple to apple. Trus kenapa gue ngotot membandingkan mereka? Cause it’s bloody fun :P.
Kamis, Februari 07, 2013
Konser Kontroversi Guns N’Roses
Julukan “the most dangerous band in the world” mungkin udah nggak pantes disandang oleh Guns N’ Roses selepas masa jaya mereka --akhir 1980an sampai pertengahan 1990an, tapi kalo “the most sensasional band in the world”, mungkin masih bisa.
“Atas alasan keamanan, konser Guns N’ Roses malam nanti dibatalkan”. Begitulah twit dari TMC Polda Metro, siang hari tanggal 15 Desember 2012. Kabar itu tentu mengejutkan bagi gue dan ribuan fans yang udah siap meluncur ke Lapangan D Senayan untuk menyaksikan mereka malam harinya.
Kamis, Oktober 18, 2012
The Upstairs - Katalika: Pop Seketika?
Rabu, September 28, 2011
Bad Religion, Bad Marketing
Setelah Marky Ramone, satu lagi legenda Punk Rock sudi mampir ke Jakarta, yaitu Bad Religion. Band yang udah berdiri sejak 1980 di Los Angeles ini termasuk band Hardcore Punk yang paling awet.
Di Indonesia, nama Bad Religion baru beken di dekade 90-an, saat Rock Alternatif (termasuk Punk) menjadi trend. Album "Recipe For Hate" yang dirilis tahun 1993 dengan hits "American Jesus" dan "Struck A Nerve" adalah salah satu karya Punk yang wajib dikoleksi. Di tahun berikutnya, mereka juga masuk dalam kompilasi Punk-O-Rama dengan lagu "Do What You Want". Kemudian pada 1995, dirilis album kompilasi berjudul "All Ages" yang memuat lagu-lagu terbaik Bad Religion dari tahun 1982-1992. Tahun 1996, mereka hadir lagi dengan album Gray Race yang mempopulerkan "Punk Rock Song". Sayang, setelah trend alternatf memudar, album2 mereka gak dirilis lagi di Indonesia. Pokoknya Bad Religion cukup dikenal lah buat rockers di era 90-an.
Di Indonesia, nama Bad Religion baru beken di dekade 90-an, saat Rock Alternatif (termasuk Punk) menjadi trend. Album "Recipe For Hate" yang dirilis tahun 1993 dengan hits "American Jesus" dan "Struck A Nerve" adalah salah satu karya Punk yang wajib dikoleksi. Di tahun berikutnya, mereka juga masuk dalam kompilasi Punk-O-Rama dengan lagu "Do What You Want". Kemudian pada 1995, dirilis album kompilasi berjudul "All Ages" yang memuat lagu-lagu terbaik Bad Religion dari tahun 1982-1992. Tahun 1996, mereka hadir lagi dengan album Gray Race yang mempopulerkan "Punk Rock Song". Sayang, setelah trend alternatf memudar, album2 mereka gak dirilis lagi di Indonesia. Pokoknya Bad Religion cukup dikenal lah buat rockers di era 90-an.
Kamis, Agustus 18, 2011
Rockvolution 2011: Gabba Gabba Hey Ho Let's Go!
Kalau elo seorang drummer, doyan Punk rock, ditambah lagi ga doyan ngerokok, alangkah anehnya kalo sampe gak nonton Rockvolution 2011. Festival Rock (Indie) yang antara lain disponsori Komnas Pengendalian Tembakau ini memboyong Marky Ramone's Blitzkrieg, band terbaru dari drummer Punk legendaris, Marky Ramone.
Jumat, Juli 22, 2011
LLW: Indra Just Wanna Have Fun
LLW (dibaca "dabel el dabel yu"), adalah proyekan terbaru Indra Lesmana bareng dua anak muda, Barry Likumahuwa (bas) dan Sandy Winarta (drum). Menurut catatan gue, ini kedua kalinya Indra Lesmana membentuk power trio jazz. Sebelumnya, Indra punya PIG yang mengikutsertakan Pra Budi Dharma dan Gilang Ramadhan. Sabtu, April 24, 2010
Misfits Singalong Concert
Punk emang sebuah konsep yang absurd. Lihatlah pemakaman Malcolm McLaren yang gokil. Sayang gue ga bisa ke sana. Tapi di konser Misfits tanggal 10 April yang lalu, gue hadir menjadi saksi bagaimana Punk sekali lagi berhasil menjungkirbalikkan sebuah kelaziman, kali ini dalam hal standar konser musik.Udah diketahui umum bahwa konser musik Punk pasti sound-nya ancur. Jadi ga usah protes kalo lo ga bisa bedain nada2 yang dimainkan Misfits malam itu. Tapi yang bikin takjub adalah reaksi orang2 terhadap "sampah" itu: mereka (termasuk gue) berjoget, moshing, dan yang terpenting-ber-singalong sepanjang konser! Intinya, gemuruh alias noise yang berasal dari instrumen2 musik Misfits ga cukup untuk mencegah penonton bersuka ria dalam persaudaraan Punk!
Sabtu, Februari 27, 2010
Jimmy "The Rev" Sullivan: Sebuah Tribut
Kabar bagus ketika tadi gue iseng nengok website Avengedsevenfold.com. Katanya A7X baru selesai rekaman track drum dengan Mike Portnoy! Mike adalah drummer favorit almarhum Jimmy "The Rev" Sullivan yang wafat 28 Desember 2009. Ini adalah sebuah kejutan hebat dan penghormatan besar buat Jimmy. Tapi kalo dipikir2 lagi, emang ga ada drummer yang menandingi kehebatan Jimmy selain Mike Portnoy.Minggu, November 15, 2009
Jakarta Bergoncang Lagi!
Tanggal 14 November kemaren, Jakarta kembali bergoncang. Bukan karena gempa, tapi akibat ulah band Post-Punk asal Glasgow: Franz Ferdinand! Mereka tampil memukau sehingga seluruh Ancol berjoget seliar-liarnya. Konon efek goncangan terdengar sampai benua Amerika. Dan beruntung sekali gue bisa hadir sebagai saksi :P.
Franz Ferdinand tampil di Playground Festival 2009, Pantai Carnaval, Ancol. Festival yang mengkhususkan diri pada genre dance music ini juga menampilkan Chicane, Mixhell–beranggotakan Igor Cavalera (ex-Sepultura) dan istri, Peter Hook–bassisnya New Order yang nge-DJ lagu2 New Order dan Joy Division, Agrikulture, C.U.T.S, The Sigit dan banyak sekali DJ2 yang gue ga familiar.
Franz Ferdinand tampil di Playground Festival 2009, Pantai Carnaval, Ancol. Festival yang mengkhususkan diri pada genre dance music ini juga menampilkan Chicane, Mixhell–beranggotakan Igor Cavalera (ex-Sepultura) dan istri, Peter Hook–bassisnya New Order yang nge-DJ lagu2 New Order dan Joy Division, Agrikulture, C.U.T.S, The Sigit dan banyak sekali DJ2 yang gue ga familiar.
Sabtu, September 26, 2009
Khuruksetra: Noise Annoys

Curiosity kills the cat. Dalam kasus gue, curiosity kills my faith on Noise Rock. Ya, gue blon pernah ngeliat konser Noise Rock sebelumnya, kecuali Sonic Youth. Mereka pun ga sepenuhnya noise, masih ada lagunya lah. Nah ini kemaren gue diajak ngeliat band experimental noise. Nah lo. Sebenernya udah kebayang sih kayak gimana. Pasti banyak sound2 monoton dengan berbagai macam feedback.
Nama bandnya adalah Khuruksetra. Mereka anak2 muda Indonesia yang kuliah di Australia. Pada tanggal 12 September 2009 yang lalu, Khuruksetra menggelar konser yang bertajuk ‘Bliss, Plague, Damnation’ di Theater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Ini adalah kesempatan langka untuk ngeliat band yang mengaku bisa menghidupkan kembali suasana perang Mahabharata. Aroma Jawa kuno yang eksotis cukup mendorong gue untuk mengiyakan ajakan seorang teman. Bahkan gue pun pake kaos bergambar “Werkudara” bikinan Mirota Batik.
Do You Remember Ramones' End Of The Century?

Dalam kehidupan, ada saatnya kita merasa rancu antara berperilaku konsisten dan monoton. Menjadi pribadi yang konsisten tentu sesuatu yang terpuji, tapi kalau tidak berhati-hati bisa terjerumus menjadi monoton dan membosankan. Rileks guys, gue ga lagi mengambil lahannya Mario Teguh. Ini lagi ngomongin Ramones dan albumnya klasiknya, ‘End Of The Century’ yang diproduseri Phil Spector di tahun 1980.
Minggu, Agustus 23, 2009
Java Rocking Land: Teror Rock yang Cadas
Selamat datang kembali di review yang super telat…ha…ha…ha! Maaf pembaca yang budiman, gue baru sempet nulis lagi setelah minggu2 kemaren ga punya energi karena atit. Ya, aku atit ladang tenggolokan…uhuk…uhuk...Bicara soal Java Rocking Land yang berlangsung pada 8, 9, 10 Agustus di Pantai Carnaval, Ancol, mau ga mau kita akan membandingkan dengan pergelaran Jakarta Rock Parade, tanggal 11-13 Juli 2008. Dua event ini kurang lebih berkonsep sama: menampilkan band2 rock lokal dan mancanegara dalam 3 hari. Bedanya apa? Penyelenggara dan sponsor. Ternyata 2 hal itu mampu membuat ketimpangan yang cukup jauh. Java Rocking Land yang digawangi Java Musikindo-yang khatam dengan Java Jazz dan ribuan konser lainnya- emang terlihat lebih matang dibandingkan penyelenggara Jakarta Rock Parade. Ditambah lagi, Gudang Garam sebagai sponsor utama Java Rocking Land cukup jor-joran dalam mendukung acara ini. Bayangkan, panggungnya aja ada 8, gimana ga puyeng? Blom lagi stand2 makanan, merchandise, lomba2, tempat foto, dll. Pokoknya Pantai Carnaval diset kayak Dufan versi Rock N Roll!
Jumat, Juli 10, 2009
Bite – Segar kembali dalam 1 gigitan
Alhamdulillah, akhirnya ada juga band Senin, April 13, 2009
The Upstairs - Magnet! Magnet! Kuatkah Daya Tariknya?

Untuk elo yang buru2 atau punya penyakit males baca, gue kasih jawaban singkat: nggak! Daya tarik album ini lemah sekali. Oke, silakan kalo mau buka Facebook lagi :)....buat yang hobi baca, lanjut yuu....
Untuk sound dan penguasaan instrumen di album ketiga ini, gue angkat jempol sama The Upstairs. Tapi songwriting? Wah, kayaknya mereka belum bisa mengalahkan diri mereka sendiri di album perdana, Matraman. Walaupun kualitas rekaman Matraman sedikit di bawah standar, tiap lagu punya "soul" yang cukup membuat orang - meminjam istilah Jimi Multhazam - berdansa resah.
Minggu, April 12, 2009
Superman Is Dead - Angels and the Outsiders

“Angels and the Outsiders” adalah album terbaru dari grup punk rock asal Bali, Superman Is Dead (SID). Gue bukan penggemar berat SID, tapi entah kenapa sulit melawan hasrat untuk memiliki album ini. Jadi deh gue beli album originalnya, bukan nyari downlodan atau mp3 bajakan.
Kesan pertama adalah…wow! Cover album yang cantik sekali! Digarap seperti poster2 film tahun 1960an (atau malah 1920an? I don’t know, u do the research!). Pokoknya klasik banget (lihat inset). Gambar pria yang tampangnya seperti Jerinx sedang membawa kunci inggris sambil ngobrol ama seorang anak. Sementara di bagian bawah ada gambar personil SID bersepeda lowrider. Di bagian dalam, semakin kentara obsesi SID dengan sepeda lowrider. Ada foto personil SID lagi mejeng dengan sepeda lowridernya masing2. Btw, apa sih hubungannya punk dan lowrider? Eco-friendly? That’s so hippie…:)
Senin, Januari 05, 2009
Motley Crue vs Metallica vs Guns N Roses
Di tahun 2008 yang lalu tiga supergrup dari kubu Hard Rock dan Thrashmetal merilis album studio mereka yang baru. (Emang....sekarang 2009, tapi what da heck! Tulisannya baru kelar sekarang tuuch...so bite me!). Juli, Motley Crue mengeluarkan Saints of Los Angeles, sementara bulan September Metallica menyusul dengan Death Magnetic. Guns N Roses yang tinggal menyisakan anggota asli Axl Rose, merilis Chinese Democracy di akhir November. Mereka yang menginspirasi berjuta-juta band dan umat manusia ini, agaknya ingin mengokohkan lagi keberadaannya, bukan sebagai monumen yang layak dikenang, tapi sebagai seniman yang masih segar berkreasi dan menjadi rival bagi band-band lebih muda. Sebenernya masih ada AC/DC, tapi gue kurang doyan band ini. Cuma 1-2 lagu lah yang nyantol. Oke, here we go... Selasa, Agustus 05, 2008
Rize Above
Langganan:
Postingan (Atom)








